Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya
Cerita ini sumpah tidak ada hubungannya dengan kasus Sapi yang menimpa salah satu petinggi Partai, apalagi dengan kenaikan harga daging sapi yang sampai sekarang menggila harganya. Cerita ini murni hanya khayalan dari imaginasi liar sang penulis. Namaku Juju. Delapan belas tahun. Hidup di kota kecil. Ibuku Sri, seorang ibu rumah tangga biasa. Keluarga kami mempunyai kebun yang tak kecil-kecil amat. Setelah lulus SMA, ayah memaksaku membantunya mengurus perkebunan. Aku tak pernah berpikir aneh-aneh terhadap ibuku. Hingga dua tahun yang lalu, saat ayah membawaku ke kandang sapi. Sapi kami hanya tinggal seekor sapi jantan dan induknya. Tapi jangan salah, sapi kami termasuk kualitas nomer wahid. Ternyata hari itu ayah mengawinkan sapi jantan itu dengan induknya sendiri. Sekarang kita kawinkan mereka Kenapa? Agar kemurniannya tetap terjaga. Tapi kan mereka sapi betina itu ibunya si jantan? Semua betina memang jalang. Dia pasti senang dibuahi anaknya. Aku malu melihatnya, tapi kulihat ...